Aji Santoso: Filosofi Main Burung Sama Dengan Sepakbola
Aji Santoso punya kesibukan lain selama pandemi virus corona yang menyebar hingga membuat kompetisi sepakbola Indonesia terhenti. Yaitu, merawat burung-burung koleksinya.
Pelatih Persebaya Surabaya itu sempat ternak burung murai, namun akhirnya berhenti dan hanya dijadikan hobi. Menurut Aji, ternak burung punya filosofi yang sama seperti latih sepakbola.
“Ketika saya menemukan pemain muda bakat dan belum punya pengalaman, itu membuat saya senang. Saya merasa puas ketika mereka menjadi pemain top,” buka Aji, dikutip situs Persebaya.
“Sama dengan memelihara burung. Menjadi kepuasan tersendiri ketika menemukan burung yang berbakat bagus, dan bisa menjadikannya burung berkualitas. Ini sama seperti filosofi saya sebagai pelatih,” imbuhnya.
Burung-burung milik Aji diklaimnya cukup top, sehingga sempat beberapa kali memenangi kejuaraan dan dihargai mahal oleh sesama penggemar burung. Kini, koleksi Aji tidak sebanyak dulu, dan ia lebih selektif.
“Saya punya empat burung murai batu. Burung cucak cungkok ada tiga ekor, ini asli dari Tiongkok. Burung sikatan londo yang dari Eropa pun saya punya satu ekor. Burung cililin ada dua ekor. Serta beberapa burung kenari.”
“Sekarang hanya tinggal beberapa pasang saja. Sebab saya sendiri fokus 100 persen ke sepakbola. Saya khawatir tak bisa konsentrasi ke burung. Jadi untuk sementara ini tak lagi jadi peternak, hanya hobi.”